Nasib UDK di Ujung Tanduk

0
172

sulawesipost.com, Kotamobagu— Nasib Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) berada di ujung tanduk. Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti), memberikan batas waktu untuk membenahi universitas satu-satunya di Bolmong Raya. Jika tidak, Kemenristek dan Dikti akan menurunkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi atau menutupnya. Sikap tegas dari Kemenristek dan Dikti dikarenakan adanya pertikaian kedua yayasan mengatasnamakan sebagai pengelola UDK, yaitu Yayasan Pendidikan Tinggi Kotamobagu (YPTK) dan Yayasan Pendidikan Bolaang Mongondow (YPB) belum juga berakhir, sehingga Pemkot harus mengambil alih UDK.
Kemenristek dan Dikti saat berkunjung beberapa waktu lalu dan menyapaikan hal tersebut. Bahwa UDK akan ditutup atau diturunkan statusnya.
“ Batas waktu yang diberikan sebenarnya, hanya sampai tanggal 15 bulan ini. Tapi, Pemerintah Kota meminta agar memberikan waktu hingga bulan Desember,” jelas Papa Et sapaan akrab Wakil Walikota Kotamobagu, Drs Jainuddin Damopolii, saat diwawancarai sejumlah awak media di depan kantor Wali Kota.
Wawali mengakui bahwa Pemkot telah mengambil alih UDK dengan pengurus yang baru. Pemkot juga memiliki alasan kuat untuk mempertahankan UDK. Sebab, satu-satunya aset untuk menuju Provinsi BMR adalah UDK, dan saat ini kondisi kampus UDK cukup memprihatinkan. “ Kami sudah menghubungi Empat kepala daerah se-BMR, agar memiliki kesepakatan untuk mem-back up UDK. Insya Allah, Rabu seluruh Bupati se-BMR akan bertemu di Manado dengan pihak Kemenristek dan dikti” Ujarnya.
Lanjutnya, disamping membenahinya, UDK juga harus menambah program studi (Prodi).
“ UDK harus menambah jumlah Program Studi (Prodi) menjadi sembilan, sebab saat ini UDK hanya memiliki tiga Prodi. Pemkot meminta kepihak Dikti, untuk memberikan waktu hingga akhir tahun dan mereka menyetujuinya,” kata wawali.
Wakil Direktur (Wadir) satu UDK, Rey Simbala mengatakan, pihak UDK menyerahkan semuanya kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) sebagai pengelola.
“ Pada intinya orang yang mendirikan YPTK tahun 1987 telah menyerahkan UDK untuk di Kelola Pemkot. Sedangkan Dikti sendiri sudah menyetujui pengalihan UDK ke Pemkot. Dan batas waktu pemasukan struktur kepengurusan baru hanya sampai tanggal 15 bulan ini,” ujar Rey.
Lanjutnya, sedangkan batas waktu yang diberikan pada akhir tahun adalah penambahan jumlah Program Studi (Prodi).
“ Batas akhir pemasukan jumlah Prodi hanya sampai bulan Desember. Dan jumlah Prodi yang di tambah harus tujuh. Sedangkan saat ini, UDK hanya memiliki tiga Prodi. Mudah-mudahan Politeknik juga akan masuk pada Prodi,” tambah rey. (ABD)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY