Dituding Lakukan Santet, Warga Desa Tabang Ikut Sumpah Mubahala

0
253

Sulawesipost.com, KOTAMOBAGU—  Masyarakat Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan digemparkan dengan adanya prosesi sumpah Mubahala dengan menggunakan Alquran yang dilaksanakan di mesjid Al-ikhlas, Selasa (12/7). Sumpah mubahala dilakukan kepada salah satu warga, Huju Mamonto (67) karena diduga telah melakukan santet kepada Sangadi (Kepala Desa) Tabang, hingga menyebabkannya meninggal. Sumpah tersebut, disaksikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Pegawai Syar’i, lembaga adat dan seluruh masyarakat. Huju yang didampinggi keluarganya menerima tawaran sumpah tersebut, untuk menjaga nama mereka.

Menariknya, pelaksanaan sumpah yang berlangsung selama 40 menit tersebut, Huju dengan lantang mengikuti lafaz sumpah yang disampaikan oleh Kepala KUA, sambil menenteng alquran dikepalanya tanpa rasa takut sedikitpun dengan ucapan sumpahnya.

“ Demi Allah, saya bersumpah. Saya tidak melakukan santet atau sihir dalam bentuk apapun. Jika saya melakukan santet dan sihir, maka saya akan mendapat azab dari Allah,” tutur Huju dalam sumpahnya.

Kepala KUA Kotamobagu Selatan, Irfan SAg, selaku pelaksana prosesi sumpah mengatakan, sumpah mubahala adalah sumpah sesuai dengan syariat agama, untuk membuktikan kebenaran semata-mata untuk menghindari fitnah atau tuduhan kepada dirinya. “ Dirinya dituding, telah melakukan santet kepada Almarhumah Katrina Mokodompit, sehingga jatuh sakit hingga meninggal dunia,” tutur Irfan.

Ketua dewan adat, Desa Tabang, Longki Mokoginta mengharapkan, dengan dilakukannya proses tersebut, tidak akan ada lagi kecurigaan dari pihak keluarga almarhuma terhadap Huju. “ Insya Allah, tidak ada lagi yang menganjal dari pihak keluarga, sebab sumpah tersebut telah menjawab semua kecurigaan. Dengan sumpah ini, nama baik Pak Huju dan keluarga menjadi bersih,” ujar Longki

Saat dikonfirmasi, Huju Mamonto mengatakan, dirinya dituding pada saat akan berkunjung kerumah Almarhumah, dan suaminya menolak kedatangannya karena Hujulah dalang dari kematian istrinya. “ Manamungkin saya melakukan hal seburuk itu, apalagi saya dan mereka masih ada ikatan keluarga,” kata Huju.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada prosesi sumpah mubahala, maka petugas kepolisian, Polsek Urban Kotamobagu, diturunkan untuk mengamankan prosesi tersebut. (abd)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY