Sri Mulyani: Kalau Bapak-Ibu Tidak Bayar Pajak, Saya yang Susah

0
156

Bandung -Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sosialisasi program pengampunan pajak (tax amnesty) di Bandung.

Di hadapan 3.500 pengusaha, Sri Mulyani mengajak para pengusaha ini untuk patuh pajak demi membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Jadi kalau ibu dan bapak tidak bayar, nanti saya yang susah. Meskipun Bapak Presiden memonitor langsung tapi tetap nanya ke saya,” kata Sri di Hotel Intercontinental, Bandung, Senin (8/8/2016).

Menurutnya, saat ini uang deklarasi pajak senilai Rp 9,9 triliun patut diapresiasi, tapi nilainya masih bisa digenjot.

“Seperti yang disebut kan tadi oleh Bapak Presiden ada sekitar Rp 9 triliun yang telah dideklarasikan bagus, dapat tepuk tangan tapi kurang panjang, makanya kita harapkan bisa mencapai Rp 5.000 triliun, baru bisa berikan tepuk tangan yang panjang,” lanjutnya.

Mantan direktur Bank Dunia ini menambahkan, tax amnesty ini adalah penghapusan atas pajak yang seharusnya terbuka. Jadi siapa pun yang belum melaporkan pajaknya diterima dengan lapang dada.

“Jadi seperti kalau bapak ibu sekalian telah memiliki NPWP SPT tahun lalu belum menyertakan banyak sekali harta pendapatannya dilaporkan yang seharusnya menurut undang-undang biasa itu kena sanksi pajak karena sudah terlambat, jadi ini semua dimasukkan ke dalam amnesti. Ini kesempatan untuk melaporkan seluruh harta benda pendapatan yang belum dimasukkan ke dalam daftar SPT,” ujarnya.

Ia mengatakan, uang tebusan atas yang telah diungkap akan dibayar ke kas negara untuk bisa mendapatkan amnesti pajak yang dihitung dengan cara mengalihkan tarif dari uang tebusan dengan dasar pengenaan uang tebusan tersebut.

“Sekarang banyak pertanyaan kalau ada harta yang diberikan oleh orang tua dulu atau belinya sudah 10 tahun lalu di sini disebutkan nilai yang mana di sini disebutkan nilai yang wajar. Ini banyak sekali pertanyaannya perintil-perintil kecil tapi penting untuk memberikan kepastian dan kami akan terus memperbaiki outlet termasuk di seluruh kanwil pajak untuk memberikan penjelasan dan memberikan kepastian,” imbuhnya.

Ia mengatakan, dasar pengenaan uang tebusan akan dihitung berdasarkan nilai harta bersih yang belum atau belum dilaporkan dalam SPT tahun sebelumnya. Ada beberapa tarif yang berbeda atas uang tebusan harta repatriasi atau deklarasi dalam negeri atau yang dari luar negeri dibawa ke dalam negeri.

“Harus segera melaporkan sebelum bulan September tanggal 31 itu supaya bisa dapat 2%. Akhir bulan ini dan awal bulan September ini kita akan melihat apa-apa saja yang mereka pilih karena banyak yang pilih 2% mereka sudah menghitung apa-apa saja harta yang diungkap dan bagaimana cara bayarnya,” jelasnya.

 

sumber: detikcom

BAGIKAN

LEAVE A REPLY