Sejumlah Guru Geram Dengan Sambutan Sekretaris Disdikpora Kotamobagu di Rapat PGRI

0
192

Sulawesipost.com, KOTAMOBAGU— Pertemuan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kotamobagu yang dilaksanakan pada pekan lalu di Madrasah Tsanawiyah (MTs ) Negeri 1 Kotamobagu, membuat beberapa guru yang hadir geram. Pasalnya, pada pertemuan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kotamobagu,  mengeluarkan kata-kata yang menyinggung profesi guru pada saat menyampaikan sambutan.

Bebarapa guru yang hadir saat itu menyampaikan kepada wartawan sulawesipost.com, bahwa sekretaris Disdikpora mengatakan “ pekerjaan guru itu kecil ”. Menurut mereka tidak seharusnya seorang sekretaris Disdikpora mengeluarkan kata-kata seperti itu.

“ Kenapa dia (Sekretaris) bisa mengeluarkan kata-kata bahwa pekerjaan guru itu kecil. Apa dia tidak pernah menjadi guru ?. Dirinya sebelumnya adalah seorang guru, kenapa dengan mudahnya dia mengatakan pekerjaan seorang guru itu kecil,” kesal beberapa guru saat dimintai keterangan dan sekaligus tidak mau diberitakan namanya.

Lanjut mereka, belum puas sekretaris menyampaikan guru dilarang sakit ?. Mereka merasa profesi sebagai guru itu berat, karena harus merubah orang menjadi baik.

“ Tugas kami sangat berat. Kami harus memberi tahu apa yang tidak diketahui, orang tidak tahu membaca menjadi tahu. Tanpa guru, tidak ada pejabat, tidak ada orang pintar. Pernyataan sekretaris sangat menyingung profesi kami.  Kami seperti diremehkan olehnya. Setelah guru dilarang sakit, kini pekerjaan guru kecil. Ada apa ini ?,” tutur mereka.

Terpisah, ketua PGRI Kotamobagu, Sande Makalalag mengatakan, saat pertemuan itu dirinya hadir, namun tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh sekretaris Disdikpora.

“ Barangkali saat itu saya sedang sibuk dengan pekerjaan lain sehingga tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh pak Sekretaris,” ungka Sande

Tapi, menurut ketua PGRI, seandainnya sekretaris Disdikpora menyampaikan seperti itu, dirinya tidak akan menerimanya.

“ Kalau penyampaiannya itu benar saya tidak setuju. Sebab, tugas guru itu sangat berat. Mereka harus memanusiakan manusia. Dari tidak tahu apa-apa menjadi tahu,” ujarnya.

Saat ditemui diruangannya, sekretaris Disdikpora, Sair Lentang, membantah jika pada saat memberikan sambutan dirinya menyampaikan seperti itu.

“ Saya tidak pernah menyampaikan seperti itu. Saya juga pernah menjadi guru, kenapa saya harus mengatakan seperti itu. Saya hanya menyampaikan tugas pokok dari PGRI dan tidak pernah mengeluarkan perkataan seperti itu,” ungkap Sair.

Lanjut sair, selain tugas pokok, dirinya menyampaikan agar guru-guru mengaktifkan kembali iuran PGRI setiap bulan yang hanya Rp5 ribu.

“ Seingat saya, bahwa penyampaian waktu itu terkait sumbangan guru ke PGRI. Pada waktu itu saya sampaikan, bahwa iuran guru ke PGRI terlalu kecil jika hanya Rp5 ribu setiap bulannya. Bukan pekerjaan guru itu kecil. Ini hanya setengah-setangah mendengar dan disalah artikan,” ujarnya (abd)

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/sulawesi/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353

LEAVE A REPLY