Pastikan Netralitas TNI di Pilkada, Panglima akan Awasi Prajurit Hingga Medsos

0
156

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan netralitas prajurit saat pelaksanaan Pilkada. Pengawasan ketat akan dilakukan ke seluruh prajurit TNI dari berbagai kesatuan hingga media sosial.

“Saya menghadap presiden dua hari lalu. Presiden minta bantuan saya wujudkan keamanan dan harus netral,” ungkap Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (23/9/2016).

Gatot pun sudah mengumpulkan para panglima kodam dan menegaskan agar tidak ada keberpihakan dalam pelaksanaan pilkada. Keberpihakan dilakukan untuk hal lain.

“Berpihak pada keamanan dan keberhasilan Pilkada untuk itu kita harus profesional dan netral. Saya tugaskan panglima kodam sampai prajurit paling bawah dan melakukan pengawasan,” tutur Gatot.

“Temukan prajurit yang sedini mungkin terindikasi tidak netral. Dan apabila yang menemukan masyarakat, saya nilai pengawasan kurang dari Danrem, sampai ke bawahnya,” imbuhnya.

Gatot pun memperingatkan akan ada sanksi untuk satuan terkait apabila ada informasi yang didapat soal keberpihakan prajurit tidak ditindaklanjuti. Mantan Pangkostrad ini juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk membantu dalam pengawasan.

“Saya imbau kepada masyarakat apabila mengetahui prajurit tidak netral, laporkan! Tapi jangan melihat rambut cepak. Sebut nama lengkapnya, pasti kami tindak. Kita proses, namanya perintah presiden,” tutur Gatot.

Pengawasan tidak hanya sekedar fisik semata namun hingga ke media sosial. Gatot menyebut prajurit TNI masih diperbolehkan jika hanya sekedar mengomentari soal pilkada secara umum. Namun tidak boleh jika sudah terkait dengan pasangan calon.

“Ya jadi kalau dia berkomentar tentang pilkada boleh-boleh saja. Tapi kalau dia komentar untuk cenderung mengangkat, mempromosikan pada calon tertentu, itu sudah tentu tidak netral,” pungkas Gatot

sumber: detikcom

BAGIKAN

LEAVE A REPLY