Hardi : Jangan Membuang Unggas Yang Mati Ke Sungai

0
187

Sulawesipost.com, KOTAMOBAGU— Dalam rangka mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit Avian Influenza (Flu burung) yang terjadi di desa Kopandakan satu kecamatan Kotamobagu Selatan. Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalaui Dinas Pertanian Perikanan Peternakan Perkebunan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (DP4K-KP) terus melakukan pemantauan dan penanganan dengan melakukan penyemprotan disetiap kandang dan penyuntikan kesejumlah unggas.

“ Penyakit ini harus ditindak lanjuti, sebab bisa berbahaya bagi manusia. Penyebarannya begitu cepat dan bisa saja terjangkit kepada manusia,” kata Kepala DP4K-KP Kotamobagu Hardi Mokodompit saat ditemui diruangan kerjanya.

Lanjutnya, dimusim penghujan penyakit ini cepat perkembangannya, dikarenakan virus yang terbawah air hujan bisa menyatu dengan kotoran (tinja) unggas dan menimbulkan penyakit flu burung pada ungggas lainnya.

“ Untuk menjaga penyebaran penyakit ini, kami menghrapakan kepada masyarakat agar tidak membuang unggas yang mati ke aliran sungai. Kalau bisa hewan yang mati segera ditimbun atau di bakar agar virunya tidak menyebar,” imbaunya

Tambahnya, untuk saat ini kasus flu burung hanya terjadi di desa Kopandakan satu dan belum menyebar luas ke desa lain atau unggas di sekitarnya. Sebab, hewan yang terinfeksi virus avian influenza untuk saat ini hanya tercatat 17 ekor.

“ Kami sudah melakukan pengecekan ke sejumlah pedagang, unggas mereka masih aman belum terinfeksi flu burung,” ungkapnya. (abd)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY