Korban Pembagunan Kantor Pajak Terkesan Didiamkan

0
161

Sulawesipost.com, KOTAMOBAGU— Pekerjaan pembangunan kantor Pajak Pratama Kotamobagu yang berbanrol sembilan miliar yang besumber dari dana APBN telah menelan korban dan menjadi pembicaraan hangat dikalangan masyarakat sekitaran. Pasalnya, kematian Ronny Tinungki (47) warga Manado, yang jatuh dari atap bangunan proyek pada pekan lalu, tepat pada hari  Selasa 04 Oktober 2016 lalu, terkesan ditutupi oleh pihak kontraktor PT Praja Ghupta.  Sebab, pimpinan proyek berusaha menghindar ketika beberapa awak media ingin berkonfirmasi terkait kematian salah satu tenaga kerja mereka.

Saat wartawan sulawesipost.com dan sejumlah awak media lainnya melihat pimpinan proyek yang biasa di sapa Fahmi berada di lokasi, para wartawan ingin berkonfirmasi, namun dilarang oleh tenaga kerja.

Tanpa banyak basa-basi, salah satu pekerja langsung mengusir sejumlah awak media dan menggembok pintu masuk.  Jelasnya, PT Praja Ghupta telah melanggar Undang-Undang nomor 1 tahun 1970 tentang syarat-syarat keselamatan kerja. Dimana seluruh pengerjaan bangunan tidak menggunakan Sistim Manajemen dan Kesejahteraan Kerja (SMK3).

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kotamobagu, Ratna Adharani Msi, bahwa dalam UU No I Tahun 1970 bab tiga. Melalui bab tersebut, dijelaskan tentang keselamatan kerja diseluruh tempat, seperti pekerjaan di darat, di lubang, permukaan air yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

Lanjutnya, banyak pelanggaran yang ditemuniya saat berkunjung di lokasi tersebut. kunjungan yang dilakukannya sudah dua kali.

“ Banyak bentuk pelanggaran yang ditemui. Salah satunya kabel listrik yang berserakan dan sangat membahayakan bagi para tenaga kerja,” ungkapnya.

Tambahnya, ini sudah tidak sesuai dengan UU nomor 1 tahun 1970, sebab dalam bab itu dijelaskan  bahwa barang siapa yang akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan.

“ Selama lakukan kunjungan, pihak kontraktor tidak menghargai kami dan semua hanya diam diri,” kesalnya.

Terpisah, Kapolres Bolmong AKBP William A Simajuntak SIK MH, ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Anak Agung Gede Wibowo Sitepu SIK, membenarkan adanya kejadian tersebut.(tr-1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY