DENGARLAH DENYUT TELUK INI

0
267

DENGARLAH DENYUT TELUK INI

apa masih kau dengar denyut teluk ini
denyut dari sanubari pantai piatu
minahasa memang bukan minamata
tapi kehampaan di sini nyata.

totabuan juga bukan labuhan
di mana keserakahan bermuara
batu pasir dan logam diambil dan dibawa
katanya le amerika sana
sst…, itu cerita lama
kalau sekarang juga ke cina.

apa masih kau dengar denyut teluk ini
setelah gelimang kau miliki
berganti gelimang yang lain
setelah ratusan kronik kau cetuskan
tak ada jejak aroma luka buyat di sana
lalu apa kau catat dari bekas-bekas sayatan
pada batang-batang kayu tin
pada batang-batang sejarah mengering

darimu aku belajar memecah batu
batuan beku justru takluk pada sedimen air mata
yang menampung fosil-fosil kekecewaan
dari jutaan tahun silam

artinya merampok isi perut bumi hari ini
menghianati kebaikan semesta dan sumpah
segenap mahluk dari zaman paleozoik
di mana belukarku baru mulai dilagirkan

kau pula mengajari aku tentang lava basal
bisa mengeriput bila tiba erupsi nurani
batu gamping retak batu tulis terserak
lempung kepedihan membekas ombak

dahaga tak henti bertamu ke lidahku
membawa bejana penuh hasrat penjelajahan
sementara kau diam juga tak beri isyarat
apa harus kutelan atau muntahkan sepatnya malam

Jamal Rahman Iroth

BAGIKAN

LEAVE A REPLY