Kehadiran BRT Tuai Soroton

0
183

Sulawesipost.com, KOTAMOBAGU— Kehadiran Bus Rapit Transit (BRT) menjadi perbincangan hangat bagi para sopir Becak Motor (Bentor). Menurut mereka, dengan adanya BRT pengangguran di Kotamobagu bakal meningkat. Pasalnya, sejumlah sopir Bentor akan kehilangan penumpang.

“ Dengan adanya BRT, artinya Pemerintah akan memperkecil ruang gerak kami. Apalagi jika BRT mengangkut anak-anak sekolah, berarti kami kekurangan langganan. Kan penumpang kami kebanyakan anak sekolah. Kalau saya lebih baik jangan dulu Bus seperti itu ada di Kotamobagu,” tutur Rendiawan Mamonto

Lain lagi bagi Ridel Mokoagow, jika BRT telah dioperasikan, berarti ada beberapa sopir Bentor yang menjadi pengangguran.

“ Jika BRT beroperasi pasti penumpang akan beralih ke BRT, apalagi tarifnya pasti lebih dibawah dari tarif bentor. Jika penumpang sudah beralih ke BRT, berarti peminat Bentor akan makin sedikit dan banyak sopir Bentor jadi pengangguran,” kesalnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kotamobagu, Hendra Makalalag mengatakan, dengan kehadiran BRT merupakan langkah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu untuk memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat Kotamobagu.

“ Yang kami lakukan sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku, yaitu Pemerintah Daerah wajib melayani rakyatnya. Dan Ini adalah tanggungjawab Pemerintah untuk melayani masyarakat,” kata Hendra.

Tambahnya, dengan adanya BRT tidak akan mengganggu keberadaan Bentor. Sebab, BRT memiliki jalur sendiri.

“ Koridornya sudah ada dan jelas. Serta kehadiran BRT tidak menabrak aturan,” tegasnya (dul)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY