Pemkot Kotamobagu Pacu Pengembangan Pariwisata

0
223

sulawesipost.com, KOTAMOBAGU- Untuk mewujudkan destinasi pariwisata terkemuka di Sulawesi utara yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat, atau sebuah konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan, yang berfokus pada masyarakat sebagai aktor utamanya dan pemerintah menjadi koordinator dan fasilitator utamanya biasanya disebut Community Based Tourism ( CBT). Untuk menindaklanjutinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mempersiapakan 25 lokasi tempat wisata.

Hal ini disampaikan pada pertemuan Focus Group Discussion Akhir (FGDA) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( Bappelitbangda) di aula Bappelitbangda, kelurahan Mongolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Jumat (28/07).

Kepala Bappelitbangda Sofyan Mokoginta SH melalui Kepala Bidang Litbang Atmawijaya Damopolii S kom ME mengatakan, sesuai dengan potensi wisata alam dan budaya, serta karakter yang kuat dengan identitas Bolaang Mongondow, sehingga penerapan CBT di Kota Kotamobagu dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholders dari para pelaku industri pariwisata.

” Seluruh masyarakat terkait dalam penerapan dan pemerintah sebagai fasilitatornya untuk bersama2 merencanakan, mengelola, mengoperasikan, memonitor dan mengevaluasi berjalanannya pariwisataa di Kota Kotamobagu,” ujar Awi sapaan Atmawijaya.

Lanjutnya, berjalannya penerapan dan dokumen itu, maka dirinya berharap agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk menjadi acuan dalam penyusunan kegiatan disektor pariwisata.

”  Berjalannya konsep tersebut, maka masyarakat dapat menerapkan kearifan lokalnya dalam menjaga nilai-nilai lingkungan, sosial dan budaya, sambil tetap berupaya meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan,” turupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Agung Adati ST MSi, yang ikut hadir pada kegiatan  FGDA menambahkan, dilaksananya kegiatan ini, untuk menunjang program pemerintah, agar perekonomian di Kotamobagu makin meningkat.

“ Jika pariwisata di daerah kita maju, maka sudah tentu akan mendatangkan keuntungan bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar papa Fatur, sapaan Agung (eka)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY