Ribuan Masyarakat Bolmong Gelar Aksi Dukung Bupati

0
177

Sulawesipost.com, LOLAK— Seteleh ditetapkannya tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Hj Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM) terus menuai dukungan dari masyarakat Bolmong atas keputusan itu. Sebab, apa yang dilakukan oleh Bupati adalah untuk kepentingan rakyat Bolmong berkepanjangan. Apalagi, Bupati Bolmong, YSM  merupakan pemangku adat tertinggi dengan gelar ‘Ki Sunungkudan’. Atas kedudukan tersebut, bagi rakyat Bolmong, sangat menjaga kedudukan bupati selama masih memperjuangkan hak rakyat.

Buktinya, dukungan kepada orang nomor satu di Bolmong itu, membuat ribuan masyarakat Bolmong dari ratusan desa merasa terpanggil untuk menggelar aksi solidaritas damai di Ibukota Bolmong (Lolak). Aksi terjadi di dua titik,  pertama massa menggelar aksi di Jembatan Kaiya dan titik kedua di depan pintu gerbang masuk Kantor Bupati Bolmong.

Menurut Kordinator Lapangan (Korlap) Hamri Mokoagow saat melakukan orasinya di Depan Pintu Gerbang Kantor Bupati menyampaikan, bahwa rakyat Bolmong, membela kedaulatan Bupati merupakan bagian dari mempertahankan identitas dan jatidiri Daerah.

“ Jika ada yang mencoba mencoreng kedaulatan tersebut, berarti mereka telah merendahkan kedudukan dan identitas Bolmong sebagai sebuah bangsa,” teriak Hamri melalui mikrofonnya.

Lanjutnya, sejak ditetapkan oleh Polda Sulut, rakyat Bolmong sangat terpukul dengan ditetapkannyaYSM  sebagai tersangka dalam kasus pengerusakan PT Conch.

“ Bupati adalah wakil pemerintah di daerah, dan dilakukannya adalah untuk memberi  jaminan kesejahteraan pada rakyatnya. Penegakan aturan kepada perusahaan asing yang secara ilegal melakukan aktivitas di Bolmong adalah kewajiban, sebab upaya tersebut semata-mata memperjuangkan hak rakyat dan kepentingan Daerah,” katanya.

Menurutnya, semua yang terjadi pada PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC) bukanlah perusakan seperti disangkakan. Tetapi, itu adalah bagian dari penertiban terhadap bangunan yang tidak memiliki Izin.

“ Beberapa waktu lalu Pemda telah meminta surat izin IUP, WIUP, namun pihak CNSC tidak pernah dipenuhi perusahaan,” ujarnya (dul)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY