Enam Orang Diperiksa Dalam Operasi Senyap, Kasat Reskrim Sebut ini Bukan OTT

0
68

(Foto : Ilustrasi)

sulawesipost.com, MANADO-  Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Manado melakukan operasi senyap penertiban penagih retribusi di Pasar Bersehati. Operasi yang dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat, karena merasa retribusi yang diminta telalu tinggi dan beredar kabar maraknya dugaan pungutan liar (pungli) di pasar tersebut. Jumat (22/11) kemarin.

Saat dikonfirmasi ke Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Thommy Aruan membenarkan adanya pemeriksaan terhadap enam orang pada operasi senyap.

” Setelah kami melakukan pemeriksaan kepada empat orang penagih retribusi Perusahan Daerah (PD) Pasar dan meminta keterangan dari dua orang pedagang, ternyata tidak ditemukan kesalahan dari apa yang dilaporkan, semua masih berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Aruan juga menuturkan, langka yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian ini, semoga bisa menjadi pencegahan agar tidak terjadi tindakan yang melanggar aturan ke depan. ” Kita berharap dari pihak PD Pasar bisa melakukan pengawasan, pengecekan ke setiap pedagang mengenai penagihan yang dilakukan masih sesuai peraturan atau tidak,” harapnya.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menambahkan untuk pemeriksaan yang dilakukan bukan disebut dengan kasus, melainkan hanya pemeriksaan biasa sesuai dengan operasi yang kita lakukan yakni penertiban penagih retribusi.

” Pemeriksaan kemarin tidak ada yang ditahan ataupun dijadikan tersangka, sebab ini bukan operasi tangkap tangan (OTT) melainkan hanya pemeriksaan biasa,” tuturnya.

” Namun ketika kita mendapat bukti yang kuat mengenai hal ini, maka akan dilakukan pemeriksaan kembali.Kegiatan seperti ini, akan terus dilaksanakan oleh Sat Reskrim Polresta Manado,” sambungnya.

Di sisi lain, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado, Stenly Suwuh mengatakan, mengenai OTT tidak ada permasalahan apa – apa. ” Memang betul ada oknum yang melapor, tapi semua tidak terbukti sebab masih sesuai prosedur,” ujarnya saat di wawancari via telepon. Sabtu (23/11) kemarin.

Suwuh juga menceritakan mengenai laporan dari masyarakat tersebut dan mempersilakan jika ada yang ingin mencari bukti lain. ” Mudah – mudahan bisa mendapat bukti, kan sejauh ini kita selalu berjalan sesuai dengan aturan,” tandasnya. (Nal)

LEAVE A REPLY