Tersangka Pembunuhan Karyawan SPBU, Terancam Penjara Seumur Hidup

0
52

(Ilustrasi)

sulawesipost.com, MANADO- Tersangka pembunuhan Andreas Pempe (20) warga Dendengan luar, Lingkungan I, yang bekerja sebagai karyawan SPBU Paal Dua, berhasil diamankan oleh Polsek Tikala.

Peristiwa tersebut menurut informasi yang didapatkan terjadi di Kelurahan Dendengan Luar, Lingkungan I, Kecamatan Tikala, Kota Manado. Minggu (01/12).

Berdasarkan informasi yang dirangkum, kronologis peristiwa ini berawal saat tersangka pergi mengisi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan di SPBU Paal Dua. Sabtu (30/11) kemarin.

Sesampai di sana, tersangka mengikuti antrean. Namun, saat sudah waktu dirinya untuk mengisi BBM, korban malah mengisi BBM di kendaraan milik orang lain yang baru saja sampai.

Melihat hal tersebut, tersangka menyimpan dendam dan saat korban tiba waktunya pulang, tersangka mengikuti korban dari belakang. Sesampai di tempat kosan, korban langsung masuk ke kamar untuk beritirahat.

Tersangka pun ikut masuk ke dalam kosan, dan bertanya kepada penghuni kos bernama Sabtia Napu (42) warga Kelurahan Paal dua, Kecamatan Paal dua, mengenai kebenaran jika korban tinggal di kosan itu, sambil menyebutkan nama korban.

Sabtia langsung menujuk kamar korban, tersangka kemudian langsung naik ke kamar korban yang terletak di lantai dua, dan mengetuk pintu kamar korban. Saat pintu terbuka, tersangka langsung menikam korban. Setelah menikam korban, tersangka langsung lari meninggalkan lokasi kejadian.

Saksi lain, Demsi Takalode (24), warga Kelurahan Paal Dua, mengaku sempat mendengar korban berteriak minta tolong, namun ketika ditemukan sudah terjatuh di depan pintu kamarnya, dengan kondisi sudah tidak bernyawa dan berlumuran darah.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tikala AKP Bhartolomeus Dambe membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut. Menurut Dambe, Korban mengalami luka pada bagian tubuh sebanyak tujuh luka tusukan dan satu luka goresan.

” Atas peristiwa ini, tersangka yang berinisial KK alias Kelvin (25) warga Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, terjerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara 20 tahun atau penjara seumur hidup,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, jenazah korban sudah diautopsi, dan telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dipulangkan dan dimakamkan di Poso.

” Penyebab kematian korban, kami masih menunggu hasil otopsi yang akan diserahkan tertulis oleh pihak biddokkes Polda Sulut,” tandasnya. (Nal)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/sulawesi/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353

LEAVE A REPLY