Cabjari Dumoga Tetapkan Dua Tersangka

0
80

“Kacabjari Dumoga, Evans E Sinulingga SH MH”

sulawesipost.com, KOTAMOBAGU-Penyidik Pidana Khusus Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kotamobagu di Dumoga, menetapkan tersangka pengadaan mesin alat pertanian dan pesin perikanan, Selasa (3/12) kemarin.

Kacabjari Dumoga, Evans E Sinulingga SH MH mengatakan tersangka yang ditetapkan berinisial AM dan SM, keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 321.931.931 (tiga ratus dua puluh satu juta sembilan ratus tiga puluh satu ribu sembilan ratus tiga puluh satu).

” Berdasarkan hasil penghitungan kerugian keuangan negara (LHA-PKKN), kerugian tersebut disebabkan adanya pengaturan harga antara penyedia AM dan Sangadi atau Kepala Desa SM sehingga mengakibatkan kemahalan harga (mark up) pada pengadaan mesin paras 120 unit, tangki semprot 120 unit dan mesin katingting tujuh unit serta adanya pungutan pajak yang tidak disetor pada anggaran dana desa (ADD) di Desa Iloheluma, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan tahun 2018 dengan total anggaran sebesar Rp 509.500.000 (lima ratus sembilan juta lima ratus ribu rupiah),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatanya, ternyata berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta hukum selama penyidikan, maka AM dan SM telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka. ” SM dan AM diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo.Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP yang mana keduanya telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian dalam pengadaan tersebut,” tandasnya. (Nal)

LEAVE A REPLY