Begini Hasil Rapat Dengar Pendapat Forkonas Dengan Komisi II DPR RI

1
64

“Ketua Panitia Pemekaran Provinsi BMR Jainuddin Damopolii”
(Doc Istimewa)

sulawesipost.com, MANADO- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengadakan rapat dengar pendapat bersama forkonas mengenai harapan warga Bolaang Mongondow Raya (BMR) untuk bisa dimekarkan menjadi Provinsi, Senin (16/12).

Informasi yang dirangkum berdasarkan edaran dari Ketua Panitia Pemekaran Provinsi BMR Jainuddin Damopolii, menuliskan bahwa komisi II DPR RI telah membentuk panja penataan daerah dan segera mengundang Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membicarakan mengenai usulan usulan Forkonas dan team lain hari ini.

Forkonas meminta komisi II untuk mendesak pemerintah, menjadikan Undang undang (UU) Nomor 23 tahun 2014 sebagai dasar hukum pemekaran, segera menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Penataan daerah dan Peraturan Pemerintah tentang Desain Besar Penataan Daerah dan menggunakan syarat ketat untuk menyeleksi CDOB yang layak mekar.

Perbedaan data antara Kemendagri 314 CDOB, Kementerian Keuangan 254 CDOB, DPD 173, perlu sinkronisasi dan kajian faktual untuk memastikan angka riil dan menghinda2ri argumentasi biaya tinggi.

Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia Pemekaran Provinsi BMR, Jainuddin Damopolii atau yang sering disapa Papa Et mengatakan pasca reses, komisi II akan menindak lanjuti masukan masukan semua team hari ini untuk dibicarakan dengan pemerintah. ” Mari kita tunggu RDP komisi II DPR RI dengan Kemendagri pada akhir bulan Desember 2019,” ungkapnya.

Papa Et menambahkan, ini merupahkan satu langkah maju dalam upaya terwujudnya Provinsi BMR. “Tinggal kesiapan kita semua elemen masyarakat BMR untuk mendorong bersama pemerintah mewujudkan cita cita besar kita semua,” ujarnya.

” Semoga apa yang menjadi cita cita besar masyarakat BMR akan segera terwujud,” harapnya. (Nal)

1 KOMENTAR

  1. Tinggal kesiapan kita semua elemen masyarakat BMR untuk mendorong bersama pemerintah mewujudkan cita cita besar kita semua.

    Bahasanya terlalu umum om, Tolong jelaskan kesiapan yg om maksud secara detail itu bagaimana, dan langkah strategis dan taktis mendorong itu bagaimana caranya. Jangan masyarakat hanya di berikan iming2 dan juga informasi2 yang cenderung ekslusive hanya pada tataran elit saja yang terang benerang… 🙏

LEAVE A REPLY