Terkait Turlap DPRD ke TPA Sumompo, Begini Tanggapan Kadis DLH

0
40
"Kadis Lingkungan Hidup kota Manado Tresje Mokalu" (doc ist)

sulawesipost.com, MANADO- Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (DLH) kota Manado Tresje Mokalu menanggapi aksi patungan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 13 gelon berisi 289 liter, yang dilakukan oleh Empat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado saat melaksanakan Turun Lapangan (Turlap) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Tuminting, Kelurahan Sumompo, Sabtu (4/1) kemarin.

Tresje Mokalu mengakui awalnya memang sudah mendapatkan informasi mengenai ada kunjungan dari Komisi III DPRD Manado yang melakukan turun lapangan (Turlap), dan mau berkunjung ke TPA Sumompo. ” Saat mereka turun saya belum sempat bergabung karena sedang melaksanakan rapat internal DLH,” ujarnya, Senin (6/1).

” Ketika meninjau ke lokasi, mereka melihat alat alat yang sudah rusak dan banyak kendaraan pengangkut sampah masih mengantre karena menunggu BBM jenis Solar yang sedang dibeli,” sambungnya.

Lebih lanjut, Mantan Camat Sario ini juga menceritakan sempat dirinya ditelepon oleh anggota dewan yang melakukan turlap dan meminta klarifikasi mengenai hal yang dilihat.

“Saya sudah menjelaskan semuanya mengenai apa yang dilihat oleh mereka, kemudian mereka menawarkan mau membeli BBM untuk mengoperasikan alat berat di lokasi TPA. Saya sudah melarang mereka untuk membeli BBM tersebut, karena sudah ada petugas dari DLH yang sedang membeli dan megantri di SPBU dan pembelian BBM merupakan tugas saya,” ucapnya.

” Kadis DLH saat menunjukkan BBM yang dibeli oleh Anggota DPRD Manado”
(doc ist)

Mokalu menambahkan BBM yang dibeli oleh Anggota Dewan, pihak DLH belum menyentu setetes pun.Sebab dirinya merasa takut penggunaannya salah, karena selama ini DLH Manado selalu melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku. ” Saat BBM yang mereka beli sampai ke lokasi, saya langsung memerintahkan anak bua saya untuk tidak menggunakan BBM tersebut. Sebab, saya tidak tahu apa motif dari pembelian BBM tersebut, apakah ini merupahkan sumbangan hibah atau ada yang lain lain,” tuturnya.

Kadis DLH mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Kota Manado yang telah menunjukan rasa peduli dengan cara patungan membeli solar untuk pengopersaian alat berat di TPA. ” Namun, mohon maaf solar yang diberikan oleh Komisi Tiga DPRD Manado, tidak akan kami gunakan. Saya menganjurkan agar pihak DPRD Manado bisa datang dan mengambil kembali BBM yang telah dibeli ini, kami tidak menggunakan setetes pun,” tegasnya.

Tresje juga mengatakan mengenai antrean panjang kendaraan sampah di TPA, bisa dilihat langsung oleh teman-teman media sekarang semua berjalan sepeti biasa, karena memang kondisinya setiap hari seperti begini. ” Meski terjadi antrian panjang kendaraan pengangkut sampah di sepanjang badan jalan dekat TPA, namun pembongkaran muatan yang jelas setiap hari selesai,” bebernya.

Kalau terkait unit alat berat yang ada di TPA, Mokalu menjelaskan saat ini DLH memiliki satu ekskavator dan satu bulldozer. ” Kita juag menambah dengan menyewa alat berat. Untuk sewa alat berat kan ada anggarannya, jadi yang kami sewa satu ekskavator dan satu bulldozer,” jelasnya.

” Ketika berjalan, pasti ada kerusakan yang tidak dapat diprediksi dan tidak mungkin dihindari. Kami tidak lakukan pembiaran untuk alat yang rusak, sebab kami selalu memanggil teknisi untuk melakukan perbaikan,” tambah Mokalu.

Sedangkan persoalan kehabisan anggaran yang dimaksud yakni anggaran yang tertata dalam APBD 2019 di DLH Manado. Sedangkan, anggaran baru di tahun 2020 masih belum berjalan. “Anggaran BBM sudah ikut tertata di APBD 2020, jadi untuk sementara anggaran masih ditekel oleh saya selaku Kepala Dinas untuk pembiayaan kalaupun ada kebijakann yang diambil kita akan kondisikan ketika APBD 2020 sudah berjalan,” tandasnya. (Nal)

LEAVE A REPLY