Komisi Tiga DPRD Dukung DLH Kota Manado Atasi Persoalan Sampah, Mokalu Janji Jadi Lebih Baik Lagi Tahun Ini

0
17
"Suasana saat hearing Komisi Tiga DPRD Manado bersama Kadis DLH" (doc sulawesipost.com)

sulawesipost.com, MANADO- Komisi Tiga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado yang dinakodai oleh Ketua Komisi Jonas Makawata, Sekretaris Komisi Royke Anter, Mona Kloer, Lucky Datau dan Fredrik Tangkau, memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado, untuk hearing diruangan Komisi Tiga, Senin (13/1).

Diketahui, panggilan hearing oleh Komisi tiga terkait permasalahan sampah yang menjadi keluhan masyarakat dan terdapat banyak temuan terkait masalah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kecamatan Tuminting, Kelurahan Sumompo, yang belakangan menjadi polemik.

” Sudah sembilan tahun Wali Kota Manado menjabat dan terus menggaungkan Manado Kota Cerdas. Namun, selama ini masalah sampah belum pernah terselesaikan dengan baik,” ujar Ketua Komisi Tiga Ronny Makawata.

Lebih lanjut Makawata menuturkan permohonan maaf sebelumnya, sebulmya kepada Pemerintah. Sebab masalah ini bisa “membunuh” secara perlahan warga yang ada disekitar area TPA.

” Di area TPA aroma bau busuknya sudah sangat menyengat dan diwiliyah itu terdapat sekitaran 40 sampai 50 Kepal Keluarga (KK). Kami dari Komisi III DPRD kota Manado berharap agar pemerintah dalam hal ini DLH bisa lebih fokus dan serius mengatasi masalah ini,” ungkapnya.

Ketua Komisi Tiga DPRD Manado juga meminta agar pihak DLH bisa memperhatikan persoalan dengan banyak dugaan pungli yang terjadi di Lokasi TPA.

” Kami mendapat laporan, ada truk yang baru datang langsung dimasukan karena mereka memberikan uang rokok, pada hal ada kendaraan yang lain sudah antri dari Pukul 03.00 Wita dan tidak dilayani sedangkan yang baru datang dengan memberikan uang rokok langsung dilayani. Dimohonkan kepada Kepala Dinas (Kadis) DLH harus bisa lebih tegas menyikapi hal ini,” tegasnya.

Frederik Tangkau menambahkan semakin bertambahnya volume sampah, ini merupakan tugas berat bagi DLH. “Kita ketahui kota Manado sudah menjadi kota besar, tentunya penduduknya bertambah banyak, sehingga sampah juga semakin bertambah banyak juga.Masalah sampah sebenarnya bukan hanya tanggung jawab DLH, tapi Ini menjadi tanggung jawab kita semua, pemerintah kota Manado dan DPRD,” singkat anggota DPRD Manado Komisi Tiga.

Selain itu, Sekretaris Komisi Tiga Royke Anter menuturkan sebaiknya DLH Kota Manado bisa lebih fokus dan dapat mengajukan biaya untuk pengadaan alat berat serta biaya pemeliharaan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan mendatang.

” Sebelum ada pemindahan TPA, DLH seharusnya bisa lebih fokus ke TPA yang sudah ada sekarang dulu dan melihat apa yang sebenarnya menjadi skala prioritas seperti alat berat atau semacamnya agar hal tersebut DLH bisa cepat meminta untuk dianggarkan, kami dari Komisi tiga akan membantu dengan mendorong hal tersebut karena ini sangat urgent. Semoga dengan begitu permasalahan sampah di TPA Sumompo bisa teratasi,” kata Royke Anter.

“Plt Kadis DLH Kota Manado saat diwawancarai awak media seusai hearing dengan Komisi Tiga DPRD”
(doc sulawesipost.com)

Masih di tempat yang sama, Plt Kadis Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado (DLH) Kota Manado,Tresje Mokalu mengatakan, bahwa apa yang dibahas bersama Komisi tiga sangat bernilai positif untuk kemajuan Kota Manado. ” Saya merasa lega setelah mendengarkan masukkan dari komisi Tiga, hal ini sangat membantu kami di DLH dalam menyelesaikan permaslahan sampah di Kota Manado, untuk itu saya ucapkan terima kasih,” ucap Kadis DLH.

Mokalu melanjutkan, ia telah berjanji ke depan penanganan TPA oleh DLH akan lebih baik lagi. ” Untuk permasalahan sampah pada Desember tahun 2019 tidak akan pernah terjadi lagi tahun ini,” tandasnya. (Nal)

LEAVE A REPLY