Empat Perempuan Diduga Nyaris Jadi Korban Human Trafficking, Kini Dibina PPPA Sulut

0
55
"Kadis PPPA Sulut Mieke Pangkong saat memberikan pengarahan kepada empat orang perempuan yang nyaris jadi korba human trafficking" (doc sulawesipost.com)

sulawesipost.com, MANADO- Empat perempuan asal Sulawesi Utara (Sulut) diduga akan dijadikan korban human trafficking berhasil digagalkan oleh Tim Paniki Rimbas II Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado, di Bandara Sam Ratulangi, Sabtu (18/1) kemarin.

Informasi yang didapatkan, pelaku berinisial WK alias Winda (35), warga Kabupaten Bintuni, Papua Barat, kini telah diamankan Polresta Manado untuk diperiksa. Sedangkan, keempat perempuan tersebut telah ditampung di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulawesi Utara (Sulut) untuk dilakukan pembinaan.

Saat ditemui awak media, Selasa (21/1), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulut, Mieke Pangkong memberikan apresiasi kepada Polresta Manado karena telah berhasil menggagalkan keberangkana empat orang yang hampir saja menjadi korban human trafficking.

” Korban yang sekarang ditampung di P2TP2A Sulut ada empat orang, dua usia dewasa dan duanya lagi masih anak anak. Hal ini juga merupakan bukti koordinasi yang cepat antara Polresta Manado dengan Pemprov Sulut,” ujarnya.

Pangkong menambahkan, keempat korban saat ini didampingi dan diedukasi oleh konselor, dokter dan juga tokoh agama. ” Untuk dua orang yang berusia anak sekarang sedang diupayakan dengan melakukan koordinasi dengan Yayasan untuk direhabilitasi dan di sekolahkan. Namun, saat ini mereka berempat masih edukasi dan diberikan pemahaman untuk bisa hidup lebih baik lagi agar tidak melakukannya hal seperti ini lagi,” ucapnya.

” Sedangkan untuk palaku kami serahkan saja kepada pihak berwenang untuk proses lebih lanjut,” sambungnya.

Mieke juga berharap dengan terungkapnya kasus ini palaku bisa memberikan informasi berapa banyak perempuan yang telah di bawah ke Papua. ” Langka ke depan yang akan diambil oleh Dinas PPPA Provinsi Sulut yakni melakukan pencegahan dini dengan cara memberikan pemahaman bentuk bentuk pencegahan kepada keluarga, tokoh agama, dan instansi terkait,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kadis PPPA Provinsi Sulut mengimbau agar seluruh masyarakat Sulut tidak terpukau dengan berbagai tawaran yang menggiurkan, apalagi dengan embel-embel pekerjaan dengan upah atau gaji besar. ” Mereka yang lemah ekonomi dan juga belum ada pekerjaan sering menjadi sasaran. Makanya kami minta jangan mudah mengiyakan tawaran oknum-oknum yang berusaha melakukan trafficking,” tandasnya. (Nal)

LEAVE A REPLY