Ngebid Part Lima Tampil Berbeda

0
272
"Abid saat memaparkan gagasan yang membuat masyarakat Singkil Terpukau" (doc ist)

sulawesipost.com, MANADO- Ngopi Bareng Abid (Ngebid) part lima terlihat berbeda dengan serial ngebid sebelumnya, pasalnya kali ini mengambil waktu pada malam hari, bertempat di Cafe Boedjangan, Kampung Ternate Baru, Singkil, yang juga merupakan salah satu barometer politik Kota Manado.

Dalam ngebit part lima ini, Ketua Badan Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Utara (Sulut) Abid Takalamingan SSos MH menguraikan konsep Manado menjadi kota Metropolitan, sebagai Kota jasa serta pengembangan pembangunan bagian utara Kota Manado. “Kota Manado akan lebih hebat lagi pembangunannya kalau programnya sinergis dengan program pemerintah Sulut dan pusat,” tutur mantan anggota DPRD Sulut 2004 sampai 2009.

(doc ist)

Abid juga menyentil mengenai Proyek KEK di Likupang yang menelan investasi 15 sampai 20 triliun lebih rupiah, sambil mengajak agar peluang ini juga harus ditangkap oleh pemerintah kota Manado. “Kota ini akan lebih maju kalau ada sinergitas antar pemerintahan baik Provinsi maupun pusat. Saya memberikan apresiasi luar biasa untuk sepak terjang Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut ODSK,” ucap Abid yang disambut aplaus para pengunjung.

Politisi muslim yang dikenal pluralis yang banyak berteman dengan tokoh lintas agama dan suku ini menyampaikan sekilas tentang karir politik dari era orde baru sampai pasca reformasi. “Warga Manado saya rasa lebih moderat, mandiri dan pro pembangunan. Pasti lebih paham apa yang akan dihadapi Manado ke depan,” tuturnya.

Lebih lanjut Aba sapaan Abid menyerukan konsep pembangunan harus pro rakyat. “Contohnya jika ada reklamasi harus lebih banyak manfaat bagi rakyat dalam segala aspek, jangan sampai merusak ekosistem biota laut dan ekonomi pesisir,” ulasnya.

Aba memberikan pesan kepada generasi milineal untuk harus bisa mandiri, terlebih khusus para aktivis muda. ” Saya sering sebut dengan financial freedom, baik transportasi, akomodasi dan telekomunikasi” pesan pria berdarah Sangihe ini.

Tak lupa, Abid yang sedang berikhtiar menjemput takdirnya sebagai bakal calon wakil wali kota dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga menjelaskan alasannya mendaftar melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seperti ke rumah sendiri. (*/Nal)

LEAVE A REPLY