Gagasan Abid, Didukung Para Tokoh Pedagang

0
52
"Abid saat menyampaikan gagasan pada Ngebid part enam, didepan para tokoh pedagang Pasar Bersehati di Cafe Berdikari" (doc ist)

sulawesipost.com, MANADO- Ngopi bareng Abid (Ngebid) part enam yang berlokasi di Warkop Berdikari, Pasar Bersehati Manado, tampil berbeda dengan lima serial yang lalu. Pasalnya, ngebid part enam ini murni diinisiatif oleh tokoh tokoh pedagang pasar bersehati Manado.

Selain rindu akan sosok Aba sapaan akrab untuk Abid, alasan lain dari tokoh pedagang sehingga ngebit part enam dilaksanalan yakni mereka (tokoh pedagang) ingin mengenang perjuangan bersama dalam pembelaan Pedagang Kaki Lima (PKL) beberapa tahun silam.

Diketahui, pada ngebid kali ini pengunjung warkop disuguhkan dengan gagasan mengenai konsep pengelolaan pasar tradisional dalam sebuah Kota Modern yang mengusung pariwisata sebagai jasa prioritas.

Ketua Badan Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Utara (Sulut) Abid Takalamingan SSos MH memberikan gagasan terkait bagaimana merevitalisasi kembali Pasar Bersehati sehingga bisa beraktifitas kembali selama 24 jam seperti selama ini membuat pedagang terkesima dan menaruh harapan.

Abid juga menguraikan konsep Manado menjadi kota Metropolitan, dimana pasar Bersehati menjadi penyedia Jasa untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk menuju Manado dgn jumlah penduduk satu juta orang.

” Kota Manado akan lebih hebat lagi pembangunannya ke depan jika ada sinergitas dengan program pemerintah baik Sulut maupun pusat, terutama menyangkut pengembangan pasar tradisional yg merupakan supra struktur ekonomi daerah berkembang,” ujar mantan anggota DPRD Sulut periode 2004 hingga 2009 .

Abid yang sedang mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil wali kota Manado dari PDIP, menjelaskan juga alasan pendaftarannya melalui PKS. Baginya PKS seperti dirumah sendiri.

” Proyek KEK di Likupang yang akan menelan investasi Rp15 sampai dengan 20 triliun lebih akan segera hadir mewarnai dinamika pembangunan Sulut. Keuntungan ini harus ditangkap oleh kota Manado. Makanya Manado akan lebih maju kalau ada sinergitas dgn pemerintahan diatasnya. Kita apresiasi hal luar biasa dari pak gubernur Sulut,” ucapnya yang disambut aplaus para pengunjung.

Politisi muslim yang dikenal pluralis dan banyak berteman dengan tokoh lintas agama dan suku, menyampaikan sekilas tentang karir politik dari era orde baru sampai pasca reformasi.

Lebih lanjut, Aba menyerukan konsep pembangunan harus pro rakyat. Dia mencontohkan bagaimana pengelolaan pasar dinegara – negara bermaju. “Perkembangan pasar modern tidak harus menghilangkan keberadaan pasar tradisonal seperti pasar bersehati, perlu disinergikan,” tuturnya.

(doc ist)

Ditempat yang sama, Tokoh Pedagang Noho Poiyo mengakui sudah sejak lama mengenal aba Abid. “Perjuagannya untuk pedagang kaki lima Dan pasar Bersehati jelas. Mulai dari perjuangan memimpin demo empat ribu orang menentang perjudian yg sangat berdampak terhadap ketahanan daya beli masyarakat, dan setelah menjadi anggota dewan beliau memipimpin demo pembelaan terhadap penggusuran pedagang kaki lima. Kalimat Bersehati adalah saksi sejarah perjuangan Abid,” singkatnya. (*/Nal)

LEAVE A REPLY