PT ASS Serobot lahan Warga

0
366

sulawesipost.com, BOLMONG- Pembangunan Stasion Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) milik PT Anugerah Setia Sejati (ASS) di Desa Komangaan Induk, diduga menyerobot tanah milik warga Komangaan Nely Mokodompit (56). Selain itu, pihak PT ASS tidak meminta izin kepihak pemerintah setempat (Sangadi) jika akan melakukan pengerukan dilahan yang bukan milik PT ASS.

Menurut Sangadi Desa Komangaan, Sabir Paputungan mengatakan, bahwa mereka telah mengingatkan agar tidak mengeruk lahan tersebut dikarenakan berbukit, dan bisa mengakibatkan tanah longsor.
” Kami sudah ingatkan, sebelum pengurusan izin dari Lingkungan hidup diterbitkan jangan di kerok dulu, karena lokasi pengerukan itu rawan bencana. Buktinya, sudah ada beberapa pohon kelapa yang tumbang diakibatkan pengerukan itu,” tutur Sangadi saat media ini berkunjung ke ruangan kerjanya, Kamis (06/03) kemarin.

Selain itu, Sabir juga menambahkan, lahan tersebut harus ada persetujuan pemilik lahan.
“Kami sudah sepakati bersama melalui rapat  bersama Camat, Kapolsek dan pihak PT ASS untuk menghentikan aktifitas pengerokan yang bukan lahan milik PT ASS, namun kesepakatan itu dilanggar oleh pihak PT ASS,” tambah Sangadi.

Terpisah, pemilik lahan Nely Mokodompit mengatakan, pengerukan itu dirinya hanya dijanjikan akan diberikan uang sebesar 20ribu rupiah setiap Dump truck yang mengangkut material.
“Saya sampai saat ini merasa ditipu oleh pemilik SPBU, karena sampai saat ini uang yang mereka janjikan tidak pernah ada. Bahkan, beberapa pohon kelapa saya sudah ada yang roboh,” kesal Nely.

Lanjutnya, diri dan keluarganya akan memperkarakan ini melalui jalur hukum.
“Keluarga sudah sepakat untuk memperkarakan hal ini. Lahan saya sudah rusak dan janji mereka juga tidak ada. Kami sudah sepakat untuk melaporkan hal ini,” tambahnya.

Sedangkan pihak PT ASS saat kami kunjungi melalui pengawasnya yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, mereka tidak tahu menahu atas perjanjian itu.
“Kami hanya diperintahkan untuk mengambil material yang berada di lokasi itu. Kami tidak tau masalah kesepakatan itu,” ungkap pihak PT ASS.
Sayangnya, saat media ini mengkonfirmasi ke Direktur PT ASS yang diketahui adalah Ronald Kandoli melalui via telepon dan SMS namun tidak diangkat-angkat maupun balasan dari Direktur PT ASS sedangkan nomornya aktiv.

Peliput : Opo

BAGIKAN

LEAVE A REPLY