One Health, Sinergi Berbagai Pihak Untuk Sulut Bebas Rabies

0
11

sulawesipost.com, MANADO— Memperingati Hari Rabies Sedunia , Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado bersama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut serta , Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulut, melakukan vaksinasi gratis kepada ratusan hewan peliharaan di beberapa wilayah Provinsi Sulawesi Utara,Rabu  (30/09)

Kegiatan vaksinasi rabies gratis ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Rabies Se-Dunia yang diperingati setiap 28 September yang dimulai dari tanggal 21-30 September 2020.

Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, mengatakan kegiatan vaksinasi gratis ini merupakan kerjasama berbagai pihak. Hal ini menunjukkan, jika kita berkolaborasi untuk menangani penyakit rabies di Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan ini juga  meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memvaksinasi hewan peliharaannya ke dokter hewan.

“ Jadi, vaksinasi itu harus rutin dilakukan setahun sekali, kita harus menekan angka penularan rabies terutama dari hewan ke manusia”, ujar Donni.

Tambahnya, pejabat karantina pertanian manado, selalu memastikan HPR yang akan dilalulintaskan sudah dilakukan vaksinasi dan secara hasil laboratorium titer antibodi protektif terhadap rabies diatas 0,5 IU/ml.

“ Selain melakukan vaksinasi gratis kepada hewan peliharaan, ada pula kegiatan kastrasi, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit rabies melalui radio-radio di Kota Manado,” tambah Hanna O. Tioho, Ketua PDHI cabang Sulut

Lanjutnya, Hanna berpesan perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak baik itu dari kesehatan manusia maupun kesehatan hewan dalam menangani penyakit rabies ini dalam konsep “One Health”.

“ Vaksin rabies disediakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut sebanyak 1.450 dosis beserta spoid dan jarum suntik berdasarkan permohonan dari PDHI Cabang Sulut,” ujar Hanna

Berdasarkan informasi PDHI Cabang Sulut terdapat 12 tempat penyelenggaraan vaksinasi gratis bagi hewan peliharaan yang dilakukan oleh PDHI Cabang Sulut tersebar di Kota Manado, Kota Bitung, dan Kabupaten Minahasa Utara.

One Stop Service (OSS) mencatat data lalu lintas pemasukan anjing ke wilayah Provinsi Sulut pada periode Januari-September 2020 sebanyak 670 ekor dengan frekuensi 449 kali, sedangkan pemasukan kucing pada periode yang sama sebanyak 181 ekor dengan frekuensi 78 kali. Sebagian besar pemasukan hewan-hewan tersebut berasal dari Jawa Timur khususnya Surabaya dan Malang. Lalu lintas pengeluaran anjing pada periode Januari-September dari Provinsi Sulut sebanyak 37 ekor dengan frekuensi 27 kali sedangkan untuk kucing pada periode yang sama sebanyak 12 ekor dengan frekuensi 6 kali. Jakarta, Surabaya, Makassar, Palangkaraya, Halmahera Utara, Kupang, dan Medan menjadi daerah tujuan hewan-hewan tersebut pada saat di lalu lintaskan.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan salah satu kebijakan karantina hewan yang harus kami lakukan adalah mempertahankan status bebas dari penyakit pada suatu area.

“Vaksinasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam mencegah penyebaran dan penularannya. Pendekatan One Health menjadi penting diterapkan dalam pencegahan penyebaran rabies. Mencegah penyebaran penyakit tidak cukup dilakukan Petugas dan Pemerintah. Namun peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan, apabila akan melalulintaskan hewan penular rabies laporkan kepada pejabat karantina didaerah anda.” tutup Jamil.

Kegiatan itu turut di hadiri, drh. Donni Muksydayan, M.Si Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (opiss)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY