Ketua Komisi III DPRD Bolmut Kecam Tindakan kekerasan Oleh Dua Oknum Polisi Bolmut

0
11

sulawesipost.com, BOLMUT- Tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum kepolisian, mendapat sorotan dari Ketua komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sartono Dotinggulo.

” Tindakan tidak terpuji yang dilakukan salah satu oknum kepolisian, tidak patut untuk dijadikan contoh dalam mengayomi masyarakat. Polisi adalah pengayom bukan menjadi contoh yang buruk, ” kesal anggota DPRD dari Fraksi Golkar ini.

Lanjutnya, papa Ojal (sapaan akrab Sartono), sebagai wakil rakyat yang diamanatkan kepadanya dirinya kaget dan sangat terpukul.

” Kok bisa ya ? sampai setega itu memukuli anak di bawa umur. Inikan negara hukum, tapi anehnya, kenapa penegak hukum yang tega mencorengnya,”kesalnya.

Perlu diketahui, bahwa siswa kelas sembilan SMP Negeri Bolangitang Barat, menjadi Korban pemukulan oleh dua oknum Anggota Polisi yang berinisial M dan K yang bertugas di jajaran Polres Bolmut.

Kejadian bermula kemarin siang, Senin (07/12/2020) sekitaran pukul 14.00 siang korban dicegat oleh kedua oknum anggota kepolisian dan langsung memukul korban. Saat itu, kedua oknum polisi sedang menggunakan pakaian dinas kepolisian. Padahal, sesuai dengan Peraturan kepala kepolisian negera republik indonesia nomor 6 tahun 2018 tentang pakaian dinas polri bukan dipakai untuk menendang atau memukuli masyarakat, apalagi anak dibawah umur.

“Tadi pas ba antar bensin kong lewat Bengkel Anugerah Goyo, langsung pak Made deng Kadek dola kong suru turun, saya pe duduk langsung dorang tampeleng deng paka ditalinga kong tendang deng spatu, (Saat saya sedang membawa bensin dan melewati bengkel Anugerah Goyo, pak Made dan pak Kadek langsung menghadang saya. Tanpa basa basi, mereka langsung menampar dan menendang saya dengan sepatunya),” Cerita JP, dilansir dari media waktu.news. (kifli)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY