DPRD Manado, Komisi 1 Gelar RDP Bersama Pengusaha Hiburan Malam

0
22

Sulawesipost.com,MANADO– Terkait surat edaran dari pemerintah kota ( PEMKOT ) yang membatasi jam operasional malam untuk memutuskan mata rantai covid-19 di anggap kurang efektif bagi pengusaha hiburan malam di Manado.

Pembatasan jam operasional yang berdampak pada sejumlah pemilik usaha hiburan malam dengan menurunnya pendapatan yang begitu minim.

Hari ini, DPRD kota Manado melalui Komisi I yang dipimpin oleh Bobby Daud, Jeane Laluyan, Meikel Maringka dan Vanda Pinontoan, menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan seluruh owner tempat hiburan malam bersama pihak kepolisian dan Pol PP serta PTSP kota Manado, Kamis (25/3/2020).

Dalam agenda tersebut, banyak keluhan dari para pengusaha tempat hiburan malam yang meminta agar pemerintah kota Manado untuk mengkaji kembali jam Operasionalnya.

“Terima kasih kepada Komisi I DPRD kota Manado yang telah menggelar agenda untuk membahas pembatasan jam operasional dan kami sangat mengapresiasi,” ucap David Kalalo owner Masterpiece.

Lebih lanjut David Kalalo menjelaskan bahwa “Disaat zona orange jam operasionalnya sampai jam 10, nah sekarang kan sudah mulai normal. Dan kami rasa juga belum signifikan karena ekonomi belum juga normal, mudah – mudahan jam ini bisa ditambah sampai jam 12 tanpa meninggalkan protokol kesehatan,” jelasnya

Di tempat yang sama juga, Alung Manager Orelis mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi RDP yang diadakan Komisi I DPRD kota Manado.

“Ini sangat baik, dan sangat mendukung. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, untuk ditetapkan jam operasional bisa terlaksana dengan baik,” ucap Ko Alung.

Sekertaris Komisi I DPRD Manado Bobby Daud mengatakan, keluhan tersebut akan direkomendasikan ke pemerintah kota Manado.

“Kami akan merekomendasikan ke pemerintah kota Manado untuk ditindaklanjuti kembali,” tutup Boby Daud

(Opiss)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY