“Reses” Abdul Wahid Ibrahim, Pedagang Keluhkan Kekecewaan Terhadap Pemerintah Kota Manado

0
27

Sulawesipost.Com,Manado — Menyerap aspirasi masyarakat di agenda reses sudah menjadi kewajiban bagi para anggota DPRD kota Manado.

Keluhan-keluhan masyarakat menjadi tujuan utama para wakil rakyat yang duduk di gedung putih.

Lihat saja di Reses Abdul Wahid Ibrahim (AWI). Banyak keluhan pedagang yang kecewa dengan tingkah Pemerintah Kota Manado yang dinilai melakukan pembohongan publik.

“Hari ini saya menggelar reses di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting. Disini saya mendapatkan keluhan dari pedagang Tuminting yang direlokasi ke Pasar Buha. Mereka menilai pemerintah kota Manado melakukan pembohongan publik dengan memindahkan mereka ke pasar buha. Padahal itu belum jelas status tanah pasar Tuminting milik siapa, entah milik orang pribadi atau milik pemerintah kota Manado,”kata AWI.

Personil Komisi II DPRD kota Manado ini juga menambahkan, di akhir kepemimpinan Wali KotaGS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan meninggalkan kesan yang tidak manusiawi kepada masyarakat kota Manado.

“Saya Menilai, diakhir kepemimpinan mereka (Wali Kota-Wakil Wali Kota) sangat meninggalkan kesan yang tidak manusiawi, pasar yang tidak layak di buha yang berdekatan dengan tempat pembuangan akhir (TPA Sumompo) dijadikan pasar, apakah ini sudah dikaji atau belum. Padahal sebelumnya masyarakat telah memohon kepada pemerintah kota untuk menempati pasar Tuminting sampai habis lebaran. Namun apa? Mereka dipaksa pindah dengan alasan tanah tersebut akan dipakai oleh pemilik tanah,”Tambah AWI dengan nada tegas.

Sebelmunya, Komisi II DPRD Manado telah mengundang pihak pemilik lahan untuk hadir di DPRD Manado. Namun sayangnya, undangan tersebut tidak diindahkan.

Adapun keluhan lainnya, terkait Pencopotan Portal yang ada di Pasar bersehati. Diketahui, Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD kota Manado telah membicarakan hal ini dengan pihak Tim TAPD pada APBD Induk 2020

“Yah ini sudah dibahas pada APBD Induk 2020 untuk mencabut portal di Pasar Bersehati. Dan sampai sekarangpun, tidak pernah dicabut. Jadi ini saya menyimpulkan, tidak ada rasa manusiawi yang diberikan Pemerintah kota Manado kepada Pedagang Tradisional yang ada di Kota Manado,” Tutup Awi


BAGIKAN

LEAVE A REPLY