Boby Daud, Jaring “ASMARA” di Kelurahan Karame

0
25

Sulawesipost.Com,Manado – Anggota DPRD,juga sebagai ketua fraksi Partai Amanat Nasional ( PAN ) kota Manado, menyerap aspirasi masyarakat Karame, Kecamatan Singkil ( 09 / 0 4 )

Sebelum kegiatan reses ini di mulai, semua tamu undangan yang hadir harus mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan tetap menjaga jarak demi mencegahnya penyebaran covid-19.

Dalam reses tersebut warga kelurahan karame, menyampaikan seluruh keluhan yang terkait dalam kehidupan sehari – hari.

Dari masalah proyek pelebaran sungai yang masih tertunda, penerangan jalan umum ( PJU ) obat – obat terlarang serta kabel-kabel listrik dan wifi yang tidak beraturan menjadi salah satu keluhan dari beberapa warga karame

“Jadi kami sebagai masyarakat ingin tahu, kapan proyek pelebaran sungai akan di lanjutkan” Tanya Hendrik Bastian terkait masalah pelebaran sungai kali tondano

Lanjut dari Hendrik terkait masalah penerangan jalan umum ( PJU ) yang hanya beberapa titik yang berfungsi.

“Pemerintah harus memperhatikan, lampu untuk penerangan jalan umum ( PJU ) itu, karena hanya beberapa titik yang menyala dan meninggalkan tiang – tiang yang tidak berfungsi” Ungkap Bastian

Bastian juga menambahkan bahwa ada sebagian anak muda yang bikin resah warga karena di dapati menghirup lem” tambah Bastian

Lain juga dari ibu Mey Laiya, yang mengungkapkan masalah kabel listrik dan wifi yang masih tidak beraturan di atas rumah warga.

“Kabel – kabel listrik dan wifi perlu di perhatikan, karena sudah ada kejadian warga yang tersengat listrik akibat kabel- kabel yang sudah tidak beraturan” ungkap Mey

Usai mendengarkan aspirasi yang juga keluhan dari warga, anggota DPRD kota Manado, Boby Daud, langsung menjawab.

Yang pertama adalah masalah proyek bantaran sungai yang di tanyakan Hendrik Bastian

Boby Daud mengatakan bahwa untuk melanjutkan proyek pelebaran sungai kali tondano ini, membutuhkan anggaran yang besar karena mekanismenya berkaitan dengan pembangunan yang ada di kota manado.

“Jadi tidak semua program yang berskala nasional bisa di cover oleh APBD kota Manado. Karena ini anggaran yang sangat besar” kata Boby Daud


Lanjut Boby Daud menjawab keluhan dari bapak Apris Ladiku terkait penerangan jalan umum ( PJU ) yang tidak berfungsi menyeluruh serta masalah lem dan obat – obat terlarang

“Jadi ada 1000 mata lampu yang akan di anggarkan tahun 2021 dan saya akan usahakan meminta beberapa titik untuk warga kelurahan karame. Untuk masalah lem, dan obat – obat terlarng, kami dari DPRD akan mendorong peraturan daerah untuk penanggulangan obat – obat terlarang karena hanya regulasi yang bisa membasmi semua ini. Ucap Boby.

Lanjut Boby Daud menjawab keluhan terakhir dari ibu Mey Laiya, terkait kabel listrik dan wifi, serta menutup kegiatan resesnya tahun 2021

“Insha Allah, malam ini saya akan mencoba menelpon ke dinas yang bersangkutan untuk memperbaikinya” tutup Boby Daud.(Opiss)








BAGIKAN

LEAVE A REPLY