BAKAMLA ZMTh GELAR LATIHAN OPERASI KEAMANAN DAN KESELAMATAN LAUT

0
13

Sulawesipost.Com,Manado – Personel Badan Keamanan Laut Zona Maritim Tengah (Bakamla ZMTh) menggelar Latihan Operasi Keamanan dan Keselamatan laut di Pangkalan Dermaga kapal patroli Bakamla RI di Desa Serei, Likupang Barat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Selasa (20/4/2021).


Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan personel Bakamla, terutama bagi kru kapal patroli dan pengawak Stasiun Pemantau Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di wilayah kerja Bakamla ZMTh.


“Keberhasilan suatu operasi keamanan dan keselamatan laut, harus didukung oleh kemampuan personel yang handal dan profesional” kata Kepala Bakamla ZMTh, Laksma Bakamla Phundi Rusbandi saat diwawancarai disela latihan.


Kegiatan yang berlangsung pada 19-20 April 2021 ini melibatkan 50 personel Bakamla ZMTh yang terdiri dari Kru KN Singa Laut 402, kru KN Gajah Laut 404, pengawak SPKKL Tarakan, SPKKL Bali, SPKKL Kema, SPKKL Bitung serta pengawak Stasiun Bumi (SB) Bitung.

Adapun materi latihan terdiri atas materi kelas dan materi praktek lapangan berupa, pengoperasian alat konumikasi, pertolongan dan kecelakaan laut, evakuasi medis, skenario latihan peran-peran kapal serta materi Pemberhentian, Pemeriksaan, Penagkapan kapal (Henrikhan).


Latihan ini melibatkan pengajar dari Badan SAR Nasional (Basarnas) serta TNI AL, serta pihak Bakamla sendiri. Adapun unsur lainnya yang terlibat berupa, 1 unit kapal patroli KN Singa Laut 402, 1 unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), 1 unit sekoci karet, serta 1 unit ambulance dari Puskesmas Munte.


Wilayah kerja Bakamla ZMTh yang meliputi 12 Provinsi di sepanjang Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, melintasi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores dan Selat Lombok memiliki potensi kerawanan keamanan dan keselamatan yang cukup tinggi.


Berdasarkan data pihak Bakamla, peluang terjadinya kecelakaan laut cukup tinggi terutama bila dikaitkan dengan faktor cuaca buruk. Adapun potensi gangguan keamanan di wilayah periairan yang berbatasan dengan Filipina dan Malaysia, rawan terjadi penyelundupan orang maupun barang terlarang.


“Melalui latihan yang relatif singkat ini kami harapkan dapat meningkatakn profesionalitas personel Bakamla, sehingga dapat mengemban tugas dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di sektor maritim” kata Phundi di akhir kegiatan. ZMTh/WMK. (Opiss)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY