Reses Abdul Wahid Ibrahim, Warga Keluhkan PPKM

0
17

Sulawesipost.Com,Manado – Reses Ke-2 di tahun 2021, Anggota DPRD Manado, Abdul Wahid Ibrahim dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Tuminting – Bunaken – Bunaken Kepulauan, Kamis (26/08/2021) bertempat di Kelurahan Islam, lingkungan V, Kecamatan Tuminting

Dalam menyampaikan sambutannya, Abdul Wahid Ibrahim mengatakan reses adalah kegiatan rutinitas dari seluruh anggota DPRD Manado untuk turun ke masing-masing daerah pemilihan untuk menjemput aspirasi dari warga.

“Kegiatan ini adalah momen bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD perwakilan di daerah pemilihan. Apapun masalah yang terjadi di kalangan masyarakat, sebaiknya disampaikan secara langsung dalam agenda ini,” katanya.

Masuk sesi tanya jawab, Abdul Wahid Ibrahim menerima sejumlah aspirasi yang disampaikan warga. Diantaranya, dana untuk lansia yang sudah dihapuskan, tunjangan untuk rohaniawan, dana duka yang dihapuskan, masalah pembayaran PBB, penerangan jalan dan pembangunan drainase, masalah perpanjangan PPKM,

Menjawab aspirasi warga, Abdul Wahid Ibrahim mengatakan banyak aspirasi dari warga terkait masalah kesenjangan sosial masyarakat.

“Itulah kegunaan reses. Aspirasi yang disampaikan kepada kami akan selalu dicatat agar kami bisa bawa dan menyampaikan langsung kepada pemerintah secara langsung ataupun saat rapat paripurna berlangsung,” kata Abdul Wahid Ibrahim, yang juga didampingi Anggota DPRD Manado Bobby Daud, Kasubid PBB Dispenda Mariani Foges, dan perwakilan pemerintah Kecamatan dan Kelurahan.

Saat diberikan kesempatan bicara, Anggota DPRD Manado Bobby Daud menjawab beberapa pertanyaan dari warga.

“Tadi ada yang bertanya terkait dana duka, dana lansia dan dana rohaniawan yang dihilangkan. Sebenarnya bukan dihilangkan, tapi di tunda karena Covid-19. Serta untuk dana lansia, sebenarnya akan ditata kembali karena jumlahnya sudah sangat banyak dan tidak sesuai dengan undang-undang terkait umur batasannya,” katanya.

“Dan untuk masalah dana rohaniawan, sebenarnya dari periode lalu sudah dihilangkan oleh pemerintah sebelumnya. Namun, saat pembahasan di DPRD, fraksi PAN ngotot untuk mengembalikan semua anggaran yang dihilangkan tersebut. Dan fraksi PAN juga akan berperang untuk mengembalikan dana duka yang saat ini hilang,” pungkas Bobby Daud.

Diketahui, kegiatan reses berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan, dan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat, ketua lingkungan, dan perangkat pemerintahan setempat. (Opiss)





BAGIKAN

LEAVE A REPLY