BPJS Kesehatan Manado, Sosialisasikan Program Layanan Tatap Muka Bagi Peserta JKN

0
38

Sulawesipost.Com, Manado – BPJS Kesehatan Manado mensosialisasikan program layanan tatap muka yang mempermudah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Senin (27/09/2021)

Program JKN hasil kerja sama dengan UMKM yang ada di Kota Manado. Lewat kerja sama ini, peserta JKN-KIS bisa memperoleh keuntungan tambahan saat berkunjung ke salah satu usaha yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Manado.

“Ini salah satu upaya kami untuk menggerakan sektor UMKM. Harapannya lewat kerja sama ini sektor UMKM mampu meningkatkan usaha dan bertahan di masa pandemi,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado, dr Meryta Rondonuwu.

Dari data yang diketahui bahwa merchant yang telah bekerja sama denga BPJS Kesehatan yaitu Bean Cup, Buddy Burger, Kopi Nikmat, Coconut Wood Cafe, Soto Ba Ko Petrus, Xiolin Taiwan Street Snack, Ibiz Hotel, Swissbel Hotel, Cumu Alpukat, Folcis, dan Prime Clinic.

Lebih jelas Rondonuwu katakan program JKN-KU merupakan program customer royalty hasil kerja sama BPJS Kesehatan dengan beberapa klinik, hotel, rumah makan, coffe shop di Kota Manado.

“Untuk mendapatkan benefit tambahan di UMKM yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, peserta wajib menunjukkan aplikasi Mobile JKN, dan memastikan kepesertaan aktif,” jelasnya.

Lanjut Rondonuwu mengungkapkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan menyediakan kanal-kanal layanan tidak langsung yang dapat dimanfaatkan peserta yaitu Pandawa, aplikasi Mobile JKN, Care Center 1500 400 dan Whatsapp ke Chika di nomor 08118750400.

“Dengan adanya kanal layanan ini, peserta JKN-KIS bisa melakukan administrasi kepesertaan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Tambah Meryta, layanan tanpa tatap muka ini, kata Rondonuwu sudah dimulai sejak awal pandemi. “Saat ini kami menggiatkan kanal-kanal layanan tanpa tatap muka karena kami fokus kepada peserta yang kesulitan melakukan update data karena khawatir dengan kondisi pandemi yang berkepanjangan,” tuturnya.

Khusus layanan Mobile JKN, kata Rondonuwu saat ini pemanfaatannya belum maksimal di wilayah kerja BPJS Kesehatan Manado. “Sehingga kami merasa perlu untuk mensosialisasikan penggunaan aplikasi ini kepada masyarakat. “Yang memanfaatkan layanan Mobile JKN di Kota Manado baru sekitar 10 persen dari jumlah kepesertaan,” pungkasnya. (Opiss)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY